Skip to main content
Setiap request yang dikirimkan ke endpoint API sistem SosmedNext wajib menyertakan API Key Anda yang unik.
API Key ini bertindak sebagai paspor akun Anda agar sistem kami dapat memproses order atas nama Anda dan menagih/memotong saldo pada nilai yang tepat secara algoritmik dari saldo Anda.
Anda dapat menemukan API Key saat ini, atau membuat API Key yang baru (me-reset) di halaman “Pengaturan Profil” dalam Dashboard SosmedNext Anda.
JANGAN BAGIKAN API KEY ANDA KEPADA SIAPAPUN. API Key memberikan kontrol penuh secara administratif ke saldo utama Anda. Peretas yang mengetahui API Key Anda dapat menghabiskan saldo server Anda. Jangan sekali-sekali menuliskan API Key di frontend code Anda (seperti tampilan HTML atau Javascript pada browser), selalu konfigurasikan dan panggil API Key Anda menggunakan backend server (seperti kode program PHP / Node.js backend).

Cara Mengirimkan API Key

Sistem kami mendukung 3 (tiga) cara berbeda untuk mengirimkan API Key pada setiap request Anda. Anda dapat memilih salah satu metode yang paling mudah diintegrasikan atau didukung oleh library bahasa pemrograman / framework Anda:

1. Header X-Api-Key (Rekomendasi)

Pendekatan paling bersih adalah meletakkan key di Header Request custom, yaitu X-Api-Key.
Auth with Header
curl -X GET -H "X-Api-Key: YOUR_API_KEY" https://app.sosmednext.com/api/v1/balance

2. Header Authorization: Bearer

Jika sistem atau framework frontend/backend Anda sudah otomatis menggunakan skema Bearer token untuk authorization, Anda bisa memakainya.
Auth with Bearer
curl -X GET -H "Authorization: Bearer YOUR_API_KEY" https://app.sosmednext.com/api/v1/balance

3. Query Parameter api_key

Jika framework Anda tidak mengizinkan kustom HTTP Header (yang terjadi di beberapa sistem web lawas), Anda dapat meletakkannya langsung di URL query string.
Auth with Query Params
curl -X GET "https://app.sosmednext.com/api/v1/balance?api_key=YOUR_API_KEY"

Memahami Response Error Authentication

Jika Anda mendapati konektivitas request tidak membuahkan hasil success, Anda kemungkinan menerima respons gagal pada HTTP code berikut karena berbagai alasan otentikasi. Jika API Key Anda keliru atau IP Server Anda dirantai/belum didaftarkan (bila kontrol fitur IP Whitelist sedang ON), Anda akan menerima response HTTP Status 401 Unauthorized atau 403 Forbidden:
Response Error (401 - Unauthorized)
{
  "error": "Invalid API key or inactive account"
}
Response Error (403 - Forbidden)
{
  "error": "IP not whitelisted"
}
Pastikan Anda menangkap exception code 400/401/403/500 pada logika try-catch aplikasi Anda untuk menampilkan pesan error dengan rapi alih-alih merusak aplikasi antarmuka. Keamanan IP Whitelist selalu dapat disesuaikan sesuka hati Anda di panel pengguna Anda!